Senin, 15 November 2010

TESAURUS


  1. Pengertian
    Tesaurus berasal dari bahasa Inggris thesaurus yang berasal dari bahasa Yunani, thesauros yang artinya harta benda, kekayaan atau gudang. Definisi tesaurus dapat dilihat dari segi fungsi dan strukturnya. Menurut fungsinya tesaurus adalah sarana pengawasan istilah yang digunakan untuk penerjemahan dari bahasa alamiah dokumen ke bahasa yang lebih terkendali. Sedangkan dari segi struktur tesaurus adalah kosa kata terkendali dan dinamis yang terdiri atas istilah yang memiliki hubungan semantik dan generik yang mencakup bidang subyek spesifik.
    Unesco menyebutkan bahwa tesaurus adalah kosakata istilah yang sacara semantik dan generik bertautan, yang dinamis dan terkendali. Kosakata tersebut merupakan kumpulan deskriptor yang terusun secara sistematis dan/atau abjad sebagai indikator hubungan deskriptor. Deskriptor sama artinya dengan istilah, hanya saja dalam tesaurus tidak menggunakan kata istilah, melainkan deskriptor. Bagi yang tertarik definisi tesaurus, World Science Information System of Unesco (UNISIST) memberikan ancar-ancar sebagai berikut: 
    A thesaurus may be defined either in terms of its function or its structure. In term of function, a thesaurus is a terminological control device used in translating from the natural language of documents, indexes, or users into a more constrained "system language" (documentation language, information language). In terms of structure, a thesaurus is a controlled and dynamic vocabular of sematically and generically related terms which covers a spesific domain of knowledge.

  2. Kegunaan Tesaurus
    Dapat dilihat bahwa fungsi dan kegunaan tesaurus terletak pada struktur yang mengaitkan satu konsep dengan konsep lainnya melalui berbagai hirarki dan maknanya. Ini adalah soal bahasa dan soal kesepakatan  yang menjadi penting kalau kita bicara tentang information retrieval (IR). Hal ini karena IR adalah persoalan bahasa dan kesepakatan pula. Sederhana sekali. Secanggih apa pun sistem teknologi komputer yang mendasari sebuah IR, inti kerjanya selalu bergantung pada bahasa dan kesepakatan. Kalau seseorang mencari "motor bebek", maka sebuah sistem IR harus memberikan "motor bebek" bukan "unggas". Sebaliknya, kalau seseorang mencari "bebek", sistem IR seharusnya tidak memberikan "motor bebek". Ini semua hanya bisa terjadi, jika antara sistem IR dengan pencari informasi bersepakat dan mempunyai maksud sama tentang apa itu "bebek."
    Selain itu tesaurus juga digunakan untuk memberikan penjelasan yang terdiri dari beberapa kata dengan arti yang sama, atau hampir sama dengan kata lain. Jika Anda tidak dapat menemukan kata pasti yang anda inginkan, anda mencarinya dalam sebuah tesaurus. Tesaurus merupakan daftar sinonim dan kata-kata yang mirip. Bentuk jamak dari "thesaurus" adalah "thesauri" atau "thesauruses". Sebagai contoh, dengan mencari kata "besar" di sebuah tesaurus, seseorang akan menemukan kata lain yang mirip seperti "raya", "agung", dll. Jika sebuah tesaurus juga memiliki daftar antonim, orang bisa juga mencari kata yang artinya berlawanan, seperti "kecil" berantonim dengan kata "besar." Banyak pelajar dan penulis yang menggunakan tesaurus untuk membantu diri menemukan kata yang mereka inginkan. Menggunakan tesaurus dapat membantu seseorang menambah kosakatanya (jumlah kata yang mereka tahu).

  3. Jenis Tesaurus
    Pada dasarnya, tesaurus merupakan sarana untuk mengalihkan gagasan ke dalam sebuah kata, atau sebaliknya. Oleh karena itu, lazimnya tesaurus disusun berdasarkan gagasan atau tema. Namun, untuk memudahkan pengguna dalam pencarian kata, penyusunan tesaurus pun berkembang. Kini selain yang penyusunanya berdasarkan tema, ada juga jenis tesaurus yang dikemas berdasarkan abjad.

  4. Sifat Tesaurus
    Tesaurus adalah salah satu jenis referensi yangg sifatnya sebagai bahan rujukan. Tesaurus memberikan penjelasan yang terdiri dari beberapa kata dengan arti yang sama, atau hampir sama dengan kata lain. Kesinoniman dalam lema-lema disusun berdasarkan abjad. Lema-lema itu merupakan lema yang memiliki kesamaan makna yang berjalinan di antara kata dasar, kata turunan, dan kelompok kata atau frasa. Apabila kita tidak dapat menemukan kata yang kita inginkan, kita dapat mencarinya dalam sebuah tesaurus. Tesaurus merupakan daftar sinonim dan kata-kata yang mirip. Di dalam tesaurus dapat dicari kata yang akan digunakan untuk mengungkapkan gagasan pengguna. Dengan demikian, tesaurus dapat membantu penggunanya dalam mengungkapkan atau mengekspresikan gagasan sesuai dengan apa yang dimaksud. Misalnya, pencarian kata lain untuk kata hewan, pengguna tesaurus dapat mencarinya pada lema hewan.
    hewan n binatang, dabat, fauna, sato, satwa
    Sederet kata yang terdapat pada lema hewan tersebut menunjukkan bahwa kata tersebut bersinonim sehingga dapat saling menggantikan sesuai dengan konteksnya.

  5. Komponen Tesaurus
    Paling sedikit tesaurus terdiri dari dua komponen utama, yaitu deskriptor yang disusun secara alfabetis dan bagian yang disusun menurut generik. Tetapi kalau langkap, tesaurus terdiri dari empat bagian, yaitu:
    1. Kosakata
      Daftar deskriptor yang sisusun secara sistematis bersama-sama kata deskriptor kunci dan seringkali disertai dengan sinonimnnya. Biasanya deskriptor yang merupakan kata kunci dicetak tebal dihubungkan dengan rujukan dari sinonimnya.
      harum a 1 enak, raksi, resi, sedap, semerbak,
      wangi; 2 ki masyhur, populer, terkenal, terpuji;
      ant busuk
      mengharum v meraksi, mewangi;
      mengharumkan v 1 menyerbakkan, menyemerbakkan,
      meraksi, mewangikan; 2 ki
      memegahkan, mengangkat, memopulerkan,
      menaikkan;
      ant 1 membusukkan
      pengharum n raksi, wewangian;
      keharuman n 1 keenakan, kenyamanan,
      kesedapan, kewangian; 2 kemasyhuran,
      kepopuleran

      Singkatan
      a     adjektiva
      adv     adverbia
      ant     antonim
      cak     cakapan
      dsb     dan sebagainya
      ki     kiasan
      n     nomina
      num     numeralia
      p     partikel
      pron     pronomina
      v     verba


  1. Peta semantik
    Peta ini merupakan jaringan konseptual yang mengumpulkan semua deskriptor. Pada peta tersebut ditunjukan hubungan genus spesies antara masing-masing deskriptor. Misalnya deskriptor adalah bagian lebih sempit atau lebih luas dari deskriptor lain. Apakah hubunganya setara ataukah sebuah deskriptor merujuk ke deskriptor lain.
  2. Pengaturan konversi dari bahasa sehari-hari ke bahasa indeks
    Pada bagian ini diberikan aturan untuk mengubah bahasa sehari-hari ke bahasa indeks, definisi, konversi nama lembaga, rumus kimia, spesies biologi, ketentuan tentang suntingan leksikografis, pola permintaan informasi dan formula jawaban.
  3. Daftar deskriptor alfabetis
    Berfungsi sebagai indeks deskriptor dan sekaligus jjuga indeks tesaurus. Daftar ini merupakan pelengkap bagian kosakata yang disusun secara sistematis. Indeks disini adalah daftar deskriptor yang disusun menurut abjad.
 6. Tujuan Tesaurus
  1. Tujuan utama tesaurus adalah:
  • Memudahkan temu kembali dokumen, karena tesaurus dapat dimanfaatkan sebagai alat pencari indeks suatu dokumen.
  • Mencapai konsistensi dalam pengindeksan dokumen pada sistem simpan dan temu kembali pasca-koordiansi / laras.
  • Dengan thesaurus pula dapat digambarkan antar hubungan dari satu konsep dengan konsep yang lain, hubungan lebih luas (broader), lebih khusus (narrower), keterhubungan (related), dll. Dari konsep yang sederhana ini bisa dibangun beragam aplikasi temukembali yang cerdas berdasarkan pengetahuan yang disimpan seperti thesaurus.
  • Membantu meningkatkan kualitas penelusuran informasi, yaitu memberikan bimbingan kepada para pengindeks dan penelusur informasi tentang istilah-istilah mana yang harus digunakan. Yakni dengan tesaurus, para penelusur informasi dan pengindeks dalam mengkonsep sesuatu dapat memperjelas makna apa saja yang tercakup di dalam sebuah istilah, atau istilah yang dipilihnya itu mempunyai hubungan dengan semantiknya.


Daftar Pustaka
Basuki, Sulistyo. 2004. Pengantar Dokumentasi: mulai dari perkembangan istilah, pemahaman  jenis dokumen diikuti dengan pengolahan dokumen, disusul teknologi informasi dan komunikasi sampai pada jasa pemencaran informasi serta diakhiri dengan etika profesi. Bandung: Rekayasa Sains.
http://almaipii.multiply.com/journal/item/91/Thesaurus_penyunting_Tarto diakses pada 2 November 2010
http://id.wikipedia.org/wiki/Tesaurus diakses pada 2 November 2010
http://publish.uwo.ca/~craven/677/thesaur/main08.htm diakses pada 2 November 2010
http://temubalik.blogspot.com/2004/08/thesaurus-enak-gila.html diakses pada 3 November 2010
http://uinjkt-pmlng-rddk.blogspot.com/2009/03/sejarah-thesaurus.html diakses pada 3 November 2010
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar